Sabtu, 10 Oktober 2015

AMDAL (PENGARUH BANGUNAN KOMERSIAL TERHADAP LINGKUNGAN



PENGARUH BANGUNAN KOMERSIAL TERHADAP LINGKUNGAN


Selama ini masyarakat relatif bersikap biasa-biasa saja terhadap proyek-proyek yang telah berjalan, namun untuk kegiatan ini sekitar 78,33% masyarakat menyetujui meskipun dengan beberapa saran dan harapan; sehingga kualitas awal lingkungan ditinjau dari sikap dan persepsi masyarakat adalah baik (4). Adanya pembebasan lahan yang tanpa disertai nilai penggantian lahan secara jelas pada akhirnya akan memunculkan berbagai pandangan seperti hilangnya matapencaharian atau bidang usaha yang selama ini mereka tekuni di kegiatan pertanian, turunnya pendapatan masyarakat dan sulitnya mendapat lahan pengganti di luar daerah karena keterbatasan akses dan dana. Jumlah penduduk yang lahannya akan dibeli untuk proyek 1,38%, namun mengingat bahwa lahan merupakan sandaran hidup sebagian besar penduduk, dan dalam pengusahaannya melibatkan cukup banyak tenaga kerja, maka diprakirakan akan terdapat sekitar 40% penduduk yang mengkhawatirkan munculnya masalah dalam kegiatan pembebasan lahan atau besaran dampaknya termasuk dalam kriteria negatif sedang (-2). Dengan demikian kualitas lingkungan yang semula baik (4) karena hanya sekitar 21% penduduk mengkhawatirkan munculnya masalah dalam pembebasan lahan akan turun menjadi buruk atau mempunyai skala 2.Berkaitan dengan uraian di atas menunjukkan bahwa bangunan ruko mempunyai potensi dampak negatif terhadap:
Pemanfaatan lahan dan ruang
Keberadaan objek khusus
Pola mata pencarian
Hubungan antar penduduk
Hak dan kepemilikan masyarakat
Persepsi masyarakat yang negatif Di sisi lain, dampak positif akan terasa pada meningkatnya pendapatan masyarakat, dan biasanya masyarakat akan memiliki uang kontan, dari hasil pembebasan lahan yang dapat digunakan untuk menaikkan skala usahanya.
1.      DAMPAK PEMBANGUNAN RUMAH TOKO

A.DAMPAK TERKAIT LALU LINTAS
Mobilisasi alat dan bahan berpotensi untuk mengganggu tingkat kenyamanan kawasan. Gangguan kenyamanan kawasan khususnya diakibatkan oleh lalu lalangnya kendaraan pengangkut saat konstruksi gedung berjalan. Ketika gedung beroperasi juga terjadi peningkatan arus lalu lintas dari kendaraan karyawan, relasi, penghuni, atau pengunjung. Selain merusak kondisi fisik jalan yang dilaluinya, frekuensi kendaraan yang tinggi akan mengurangi tingkat kelancaran berlalu-lintas dan keselamatan berlalu-lintas. Uraian di atas menunjukkan bahwa tahap konstruksi sampai operasi gedung memiliki potensi dampak negatif terhadap:
• kenyamanan kawasan,
• kondisi fisik jalan,
• kelancaran berlalu
-lintas, dan
• keselamatan berlalu
-lintas.


B. DAMPAK TERKAIT PENGGUNAAN AIR  

Penggunaan air merupakan prasarana yang harus disediakan di dalam gedung. Dalam kegiatan bangunan ruko, penggunaan air selama kegiatan pra konstruksi, selama konstruksi, bahkan sampai operasional gedung akan cukup banyak. Sumber air yang digunakan bisa dari PDAM, sumur dangkal, sumur dalam, sungai, danau, atau lainnya. Penggunaan air yang cukup banyak dapat mengakibatkan dampak pada kuantitas air permukaan dan bawah permukaan. Selain itu, kegiatan pembangunan dan perubahan topografi lokasi akan mengakibatkan perubahan pada morfologi badan air, dan perubahan morfologi akuifer.
Tiang pancang yang ditanam dapat merusak akuifer atau batuan pengikat air di bawah tanah. Uraian di atas menunjukkan bahwa kegiatan selama konstruksi gedung akan banyak membutuhkan air. Jika air yang diambil berasal dari bawah permukaan atau air permukaan, maka kegiatan tersebut dapat mengakibatkan potensi dampak negatif terhadap:  
a.Kuantitas air permukaan
b.Kuantitas air bawah permukaan
c.Morfologi badan air
d.Morfologi akuifer c.

C.DAMPAK TERKAIT KUALITAS UDARA
Dalam kegiatan, dari pra kostruksi, konstruksi, hingga operasional gedung akan banyak meng-operasikan kendaraan dan peralatan mesin. Dalam proses tersebut akan dihasilkan limbah berupa asap dari kendaraan, mesin, dan genset yang akan mempengaruhi kualitas udara. Komponen lingkungan lainnya yang akan terkena dampak pada kegiatan tersebut adalah kebisingan dan getaran. Dampak yang juga muncul dan sangat mengganggu kualitas udara biasanya berkaitan dengan penggunaan penerangan yang berlebihan. Di sekitar gedung yang menggunakan tata cahaya kurang baik akan terjadi kebocoran cahaya sehingga berpengaruh pada kenyamanan sekitar. Penduduk yang bermukim di sekitar gedung mungkin mengalami gangguan karena silau dengan cahaya berlebihan yang dihasilkan dari lampu penerangan pada proses pembangunan gedung. Uraian di atas menunjukkan bahwa pembangunan gedung ruko memiliki potensi dampak negatif terhadap:
• kualitas udara, akibat asap dari kendaraan, mesin, dan genset
• kebisingan, akibat suara mesin dalam proses pembangunan


2.Dampak Air limbah Terhadap  Lingkungan
(Greeners) – Pengolahan limbah yang sesuai dengan ketentuan masih menjadi kendala di Indonesia. Beberapa waktu lalu bahkan terungkap sebuah pabrik pemunahan limbah yang berlokasi di Serang, Banten yang tidak memenuhi standar pengolahan limbah. Jika tidak ditangani dengan baik, limbah akan mencemari lingkungan dan berpotensi membahayakan manusia yang terkena paparan limbah.
“Limbah dapat menurunkan kualitas lingkungan baik air, tanah, maupun udara, dan limbah bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan, makanan dan kontak langsung dengan kulit,” ungkap Mohamad Subuh selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan, Jakarta, Rabu (13/5).
Subuh menjelaskan bahwa ada banyak cara limbah mencemari lingkungan yang akhirnya akan mempengaruhi kesehatan manusia. Ketika limbah berada di tanah, ujar Subuh, maka limbah akan mencemari sumber air, air tanah serta tanaman yang tumbuh disekitarnya untuk kemudian dimakan oleh manusia. Limbah juga dapat terminum dan bersentuhan langsung dengan kulit manusia atau termakan oleh binatang laut, misalnya ikan, yang akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Selebihnya, limbah juga bisa menguap ke udara dan terhirup oleh manusia.
“Perilaku masyarakat yang tidak sehat akan menambah resiko terhadap kesehatan masyarakat selain pencemaran lingkungan,” imbuhnya.
Selain itu, ada banyak penyakit yang bisa menyerang manusia ketika sudah tercemar oleh limbah. Biasanya manusia yang sudah terpapar limbah akan mengalami diare, hepatitis, MERS, flu burung serta SARS. Ada pun organ tubuh yang akan terpengaruh akibat pencemaran adalah paru-paru, jantung, darah, ginjal dan limfa.
“Salah satunya limbah Pb (logam timbel). Limbah ini akan mengakibatkan penurunan IQ, kerusakan sel-sel dan organ otak, anemia, gangguan pertumbuhan tulang, kram perut, kerusakan fungsi syaraf, lemah syaraf motoric, kesulitan belajar, proporsi tubuh relatif lebih kecil, ada dugaan autis, tremor, cacat mental dan cacat fisik,” jelasnya.
Subuh juga menambahkan bagi seseorang yang mengalami dampak dari pencemaran limbah ini sebaiknya menghindari kontak dengan sumber pencemaran, melakukan remediasi lahan yang tercemar agar tidak terus-menerus terpapar. Selain itu, diwajibkan untuk menjaga asupan gizi sehingga daya tahan tubuh tidak berkurang.
Meskipun sudah ada regulasi yang mengatur tentang pengolahan limbah, namun masih diperlukan pengawasan dari berbagai pihak dalam pelaksanaannya. Diperlukan pula pola hidup sehat untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh limbah.
http://www.scribd.com/doc/250181416/1-TUGAS-DAMPAK-AMDAL-3-docx#scribd

Selasa, 05 Mei 2015

Tugas Ilmu Budaya Dasar 2



Mursala

A.Sedikit penjelasan asal film yg berjudul mursala :
Mursala adalah nama sebuah judul film drama Indonesia tahun 2013 yang bernuansa budaya Batak. Film ini mengangkat cerita tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh menikah hingga kini.
B.Unsur Kebudayaan yg ada dalam film ini :
1.Marga : marga yg dikenal sebagai budaya pada masyarakat batak dimana suku batak mempunyai banyak marga. Dan setiap marga mempunyai hubungan masing-masing dan saling mempunyai tingkat kedekatan antara marga satu dgn marga yg lain. Bahkan marga berbeda tidak boleh menikah karena sebenarnya dalam budaya adat marga tersebut marga itu sama dan mempunyai kedekatan kekeluargaan. Seperti dalam film ini !
2.Tor-tor (Tarian)
Tor-tor : tor-tor (tarian) dalam suku batak sudah menjadi sebuah budaya yg sejak dahulu kala yg biasa dilakukan dalam sebuah pesta adat bagi org batak dan mempunyai banyak jenis tor-tor (tarian) .

            Marga yang ada dalam maasing-masing setiap adegan dalam film ini terssebut ada dua marga yg berbeda tetapi dalam sebuah adat marga itu sebenarnya mempunyai kedekatan atau dikatan lebih bahwa marga itu sama2 satu golongan (parna) /sama ! marga tersebut yaitu :
1.Simbolon
 Marga ini dipamerkan oleh laki-laki yaitu Anggiat yg berasal dari kampung Sorkam Tapanui Tengah dan merantau ke jakarta!
2.Saragih
            Marga ini dipamerkan oleh perempuan yaitu clarissa saragih yg sekarang tinggal di Jakarta!
3.Taruli Sinaga (Uli)
C.Singkatt isi cerita dalam fil ini :
Dari pulau mursala ada dua orang bersahabat sejak kecil yaitu anggiat dan uli dimana kedua org ini sudah sejak lamaa dan berteman dan saling suka satu sama lain, namun dilain waktu mereka sudah dewasa dan akan berjauhan untuk menjalani kehidupan mereka masing2, namun yg pergi meraantau adalah anggiat, anggiat pergi  merantau ke Jakarta sedangkan uli masih tetap tinggal dikampung pulau mursala. Dalam beberapa waktu anggiat dikatakan sudah sukses dan dia sekarang sudah menjadi seorang pengacara di jakarta. Sedangkan uli yaitu sebagai pecinta alam di pulau mursala! Anggiat Simbolon memiliki seorang kekasih yg akan di nikahinya yaitu Clarissa Saragih ! Namun mereka tidak bisa melanjutkan pernikahaan mereka karena marga tersebut satu golongn (sama) dan hanya bias menikah jika salah satu dari marga tersebut diubah dan keluar dari adat.

D.Inti Dari cerita film yg mengandung kebudayaan  ini adalah :
                Dimana antara dua marga yg berbeda namun sebenarnya sama sesuai dengan budaya adat yg dimiliki dari masing-masing marga tersebut, dan mereka (Anggiat, Clarissa) tidak bisa menikah kecuali mereka harus keluar dari budaya adat tersebut dan mengganti slah satu marga atara Anggiat Simbolon  dan clarissa Saragih!!

E.Kekurangan  dan kelebihan dari film tersebut :


1.Kekurangan
                Kekurangan dalam film adalah dimmana marga yg 70 tersebut tidak disebutkan dan ending film tersebut kurang baik dan harus memakai logika tersendiri dari masing-masing yg menonton film tersebut !
2.kelebihan
                Kelebihan dari film tersebut adalah dalam film tersebut ada berbagai macam2 kebudayaan, dan pemandangan yg indah dan toleransi beragama juga ada terdapat dalam fil tersebut !

F.Kesimpulan
Anggiat Simbolon dan Clarissa Saragih  tidak bisa menikah karena marga dari kedua tersebut sama menurut budaya batak dan hanya boleh menikah jika salah satu dari mereka ada yg keluar dari marga tersebut!
                Meskipun marganya berbeda namun dalam budaya batak terdapat banyak hubungan masing-masing dari marga yg satu dengan marga lainnya! SIMBOLON (Sama = Dengan) SARAGIH
                Kurang lebih penjelasan atau analisa saya dari film tersebut apabila ada kekurangan dan kelebihan harap dimaklumi dan saya mengucapkan terimakasih!   By: Lan Hermes Sinaga

Senin, 09 Maret 2015

ILMU BUDAYA DASAR


ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.       Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
2.       Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.


3.       Pengetahuan budaya ( the humanities )
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya daar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Ingngris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.


Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yagn telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya
2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia dan cinta kasih
2. Manusia dan Keindahan
3. Manusia dan Penderitaan
4. Manusia dan Keadilan
5. Manusia dan Pandangan hidup
6. Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7. Manusia dan kegelisahan
8. Manusia dan harapan

Kebudayaan Batak Toba
Kebudayaan Batak Toba satu diantara sekian banyak budaya yang ada di Indonesia. Kebudayaan batak toba mempunyai keunikan tersendiri yang memiliki 9 nilai budaya orang batak toba. Nilai-nilai ini menjadi dasar kehidupan bagia orang batak toba.
9 Nilai Budaya yg Utama pada Orang Batak Toba
“Untuk mendeskripsikan (secara Antropologis) mengenai 9 Nilai Budaya Yang Utama pada Masyarakat Batak Toba. Memang masih banyak Nilai Budaya Batak Toba yang lain, yang mana mungkin menjadi bahasan teman-teman yang lain ?
1. KEKERABATAN
Yang mencakup hubungan premordial suku, kasih sayang atas dasar hubungan darah, kerukunan unsur-unsur Dalihan Na Tolu( Hula-hula, Dongan Tubu, Boru), Pisang Raut (Anak Boru dari Anak Boru), Hatobangon (Cendikiawan) dan segala yang berkaitan hubungan kekerabatan karena pernikahan, solidaritas marga dan lain-lain.
2. RELIGI
Mencakup kehidupan keagamaan, baik agama tradisional maupun agama yang datang kemudian yang mengatur hubungannya dengan Maha Pencipta serta hubungannya dengan manusia dan lingkungan hidupnya.

3. HAGABEON
Banyak keturunan dan panjang umur. satu ungkapan tradisional Batak yang terkenal yang disampaikan pada saat upacara pernikahan adalah ungkapan yang mengharapkan agar kelak pengantin baru dikaruniakan putra 17 dan putri 16. Sumber daya manusia bagi orang Batak sangat penting. Kekuatan yang tangguh hanya dapat dibangun dalam jumlah manusia yang banyak. Ini erat hubungannya dengan sejarah suku bangsa Batak yang ditakdirkan memiliki budaya bersaing yang sangat tinggi. Konsep Hagabeon berakar, dari budaya bersaing pada jaman purba, bahkan tercatat dalam sejarah perkembangan, terwujud dalam perang huta. Dalam perang tradisional ini kekuatan tertumpu pada jumlah personil yang besar. Mengenai umur panjang dalam konsep hagabeon disebut SAUR MATUA BULUNG ( seperti daun, yang gugur setelah tua). Dapat dibayangkan betapa besar pertambahan jumlah tenaga manusia yang diharapkan oleh orang Batak, karena selain setiap keluarga diharapkan melahirkan putra-putri sebanyak 33 orang, juga semuanya diharapkan berusia lanjut.
4. HASANGAPON
Kemuliaan, kewibawaan, kharisma, suatu nilai utama yang memberi dorongan kuat untuk meraih kejayaan. Nilai ini memberi dorongan kuat, lebih-lebih pada orang Toba, pada jaman modern ini untuk meraih jabatan dan pangkat yang memberikan kemuliaan,kewibawaan, kharisma dan kekuasaan.
5. HAMORAON
Kaya raya, salah satu nilai budaya yang mendasari dan mendorong orang Batak, khususnya orang Toba, untuk mencari harta benda yang banyak.
6. HAMAJUON
Kemajuan, yang diraih melalui merantau dan menuntut ilmu. Nilai budaya hamajuon ini sangat kuat mendorong orang Batak bermigrasi keseluruh pelosok tanah air. Pada abad yang lalu, Sumatra Timur dipandang sebagai daerah rantau. Tetapi sejalan dengan dinamika orang Batak, tujuan migrasinya telah semakin meluas ke seluruh pelosok tanah air untuk memelihara atau meningkatkan daya saingnya.
7. HUKUM
Patik dohot uhum, aturan dan hukum. Nilai patik dohot dan uhum merupakan nilai yang kuat di sosialisasikan oleh orang Batak. Budaya menegakkan kebenaran, berkecimpung dalam dunia hukum merupakan dunia orang Batak.
Nilai ini mungkin lahir dari tingginya frekuensi pelanggaran hak asasi dalam perjalanan hidup orang Batak sejak jaman purba. Sehingga mereka mahir dalam berbicara dan berjuang memperjuangkan hak-hak asasi. Ini tampil dalam permukaan kehidupan hukum di Indonesia yang mencatat nama orang Batak dalam daftar pendekar-pendekar hukum, baik sebagai Jaksa, Pembela maupun Hakim.

8. PENGAYOMAN
Dalam kehidupan sosio-kultural orang Batak kurang kuat dibandingkan dengan nilai-nilai yang disebutkan terdahulu. ini mungkin disebabkan kemandirian yang berkadar tinggi. Kehadiran pengayom, pelindung, pemberi kesejahteraan, hanya diperlukan dalam keadaan yang sangat mendesak.
9. KONFLIK
Dalam kehidupan orang Batak Toba kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada pada Angkola-Mandailing. Ini dapat dipahami dari perbedaan mentalitas kedua sub suku Batak ini. Sumber konflik terutama ialah kehidupan kekerabatan dalam kehidupan Angkola-Mandailing. Sedang pada orang Toba lebih luas lagi karena menyangkut perjuangan meraih hasil nilai budaya lainnya. Antara lain Hamoraon yang mau tidak mau merupakan sumber konflik yang abadi bagi orang Toba.
Ciri-Ciri Khas Budaya Batak Toba

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4. menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.